Nov
11

Cara Menjahit Legging


posted in Artikel, artikel108
No comments yet

Leggings – Siapa yang bisa menolaknya? Awalnya, leggings merupakan dua potong kain ketat elastis yang digunakan pada masing-masing kaki seperti halnya kaus kaki. Fungsinya untuk menghangatkan kaki. Anda bisa berkunjung ke wikipedia untuk membaca sejarahnya. Mulai dari suku Indian, koboi, pemburu, hingga para bangsawan Eropa telah menggunakannya sejak lama. Lama kelamaan bentuk dan fungsinya berubah menjadi lebih fashionable. Bahannya pun semakin beragam. Dari yang tadinya tersembunyi di balik pakaian luar, kini lebih berani tampil menjadi padanan mini dress, t-shirt besar, kemeja panjang, celana pendek, dan sebagainya. 

leggings n minidress

Wanita dan pria sah-sah saja memakai leggings. Dari dulu sudah begitu. Namun satu hal yang harus diingat: leggings BUKAN CELANA PANJANG! Jadi walaupun pemakaiannya sangat luas dan bebas, namun batasi diri Anda untuk tidak memadupadankannya dengan t-shirt ketat, misalnya. Atau kemeja yang terlalu pendek. Sebab, lihatlah lekuk-lekuk yang begitu jujur itu… Ah, lebih baik tidak keluar dari pintu rumah ya! Ganti atasan Anda dengan yang lebih longgar dan panjang atau kenakan cardigan yang cukup panjang untuk mengamankan that womanly area. Ada banyak rujukan yang bagus tentang bagaimana sebaiknya memakai leggings (berlaku juga untuk jeggings). Contohnya di charmedvallerie. Peraturannya mudah saja, intinya adalah: no crotch showed!

 how-to-wear-leggings

Beberapa padanan yang tepat untuk membersamai leggings antara lain: kemeja yang panjangnya sedikit di bawah pinggul, sweater ekstra longgar, tunik, mini dress, rok (bisa mini, midi, atau maxi), dress, sepatu boot tertutup, cardigan/casual blazer/rompi, atau jenis luaran lainnya yang menutup area crotch. Seimbangkan selalu proporsi pakaian, dengan tidak memadukan leggings bersama jenis pakaian ketat lainnya.

Kalau Anda masih bertanya-tanya mengapa harus membedakan leggings dari celana panjang, ketahuilah bahwa bahan tipis yang melar tidak hanya akan menampakkan lekuk-lekuk namun juga semua yang ada di baliknya. Warna kulit, pakaian dalam, tonjolan lemak, semuanya. Dan dunia tidak ingin melihatnya.

Nah, terlepas dari semua “peraturan” yang ada, bagaimana kalau kita membuat leggings sendiri? Inilah sebenarnya pokok pembicaraan kita kali ini :D Saat ini hampir semua toko kain menyediakan bahan stretch, mulai dari spandex, jersey, katun stretch dan lain-lain. Harganya rata-rata Rp 35 ribu per meter (relatif). Sedangkan untuk membuat sebuah leggings, kita hanya memerlukan kain sepanjang dua kali lingkar paha kita. Tepat sepanjang itu, sebab kita bahkan tidak perlu melebihkan ukurannya untuk kampuh. It’s stretched, remember? Jadi ukur lingkar paha Anda tepat-tepat, kalikan dua, lalu mulai berhitung. Bandingkan berapa rupiah yang bisa Anda hemat, untuk mendapatkan leggings yang ukurannya benar-benar pas dengan motif dan bahan yang benar-benar Anda sukai. Trust me, it’s worth (trying) ^_^

Sudah punya bahannya? Kita mulai yuk! Siapkan peralatan menjahit Anda, lalu mulailah mengukur bagian-bagian berikut:

  • lingkar pinggang (pi)
  • 1/2 lingkar paha (p)
    Diukur pada bagian paha yang terbesar. Tandai pada paha Anda untuk mengambil ukuran panjang lutut ke paha. Gunakan kapur atau ikatkan tali untuk menandainya.
  • 1/2 lingkar lutut (l)
    Diukur pada bagian tempurung lutut, dengan posisi kaki lurus.
  • 1/2 lingkar pergelangan kaki (k) **Untuk bagian yang melibatkan lingkar-lingkar di atas, ukurannya bisa Anda kurangi 1-3 cm tergantung jenis kain yang Anda gunakan. Makin melar, makin banyak pengurangan yang dibutuhkan. Atau jika Anda tidak suka leggings yang terlampau ketat, maka biarkan ukuran tadi apa adanya.
  • panjang pinggang ke pergelangan (pj)
    (atau sama dengan panjang leggings)
  • panjang pergelangan ke lutut (k-l)
  • panjang lutut ke paha (l-p)
  • lengkung depan (ld)
    Diukur lurus dari garis pinggang bagian depan ke batas selangkangan (Anda tahu istilah yang pas untuk bagian ini?) Lakukan pengukuran di depan cermin.
  • lengkung belakang (lb)
    Diukur lurus dari garis pinggang belakang ke batas pantat)
    **tips: Untuk mendapatkan ukuran lengkung ini (bagian depan dan belakang), letakkan penggaris di antara pangkal paha, tegak lurus dengan lantai. Ukur dari garis pinggang ke penggaris.
  • kedalaman lengkung 
    Aduh maafkan ya, saya juga nggak tahu istilah yang pas buat ini ^-^’ Bahasa Inggrisnya rise depth.
    Gunakan rumus: lingkar paha – 1/2 lingkar pinggang. 1/3nya untuk kedalaman lengkung depan (kld), 2/3nya untuk kedalaman lengkung belakang (klb). Ini karena bagian belakang membutuhkan ruang lebih besar daripada bagian depan ya.
    Misalkan lingkar paha = 55cm dan lingkar pinggang = 80cm, maka kedalaman lengkung = 55  – 40 = 15cm. Selanjutnya, 1/3 dari 15cm = 5cm (kld) dan 2/3nya adalah 10cm (klb). Mudah kan?

Sebaiknya Anda tidak terlalu banyak memikirkan istilah-istilah saya yang kacau ini hahaha… Langsung saja lanjutkan ke bagian drafting atau menggambar pola ya. Gunakan kertas yang biasa Anda gunakan. Kalau saya, biasanya pakai koran bekas. Saya menyambung 2 lembar koran dengan lem atau selotip agar panjangnya mencukupi.

Nah, kalau kertas pola Anda sudah siap, lipat bagian tengahnya pada sisi yang memanjang. Kita akan mulai menggambar titik 1 pada jarak 5cm dari bagian teratas kertas (lihat gambar). Selanjutnya ukur ke bawah sepanjang ukuran pj, tandai dengan angka 2. Dari titik ini ukur ke atas sepanjang ukuran k-l, tandai dengan angka 3. Dari titik 3 ukur ke atas sepanjang ukuran l-p, tandai dengan angka 4.

Berikutnya, dari titik 4 ukur tegak lurus ke kanan sepanjang ukuran p. Lalu dari titik 3 ukur ke kanan sepanjang ukuran l, dan dari titik 2 ukur ke samping sepanjang ukuran k. Hubungkan garis-garis p,dan k. Bulatkan sudutnya hingga membentuk kurva (garis merah). Gunakan penggaris lengkung jika ada, untuk mendapatkan kurva yang mulus.

drafting leggings part 1

Next, mulai dari ujung garis p, ukur ke kiri sepanjang kld. Lanjutkan mengukur tegak lurus ke atas sepanjang ukuran ld. Tandai dengan d. Kembali ke ujung garis p, ukur ke kiri 2,5cm. Tarik garis bantu ke titik d. Kemudian dimulai dari pertengahan garis bantu tersebut, buat kurva yang menghubungkan titik d dengan ujung garis p (garis merah). Ini adalah bagian depan pola.

drafting leggings part 2

Lalukan langkah yang sama untuk mendapatkan pola bagian belakang. Dari ujung garis p, ukur ke kiri sepanjang klb. Lanjutkan mengukur tegak lurus ke atas sepanjang ukuran lb. Tandai dengan b. Kembali ke ujung garis p, ukur ke kiri 2,5cm. Tarik garis bantu ke titik b. Kemudian dimulai dari pertengahan garis bantu tersebut, buat kurva yang menghubungkan titik b dengan ujung garis p (garis merah). Ini pola bagian belakang ya.

drafting leggings part 3

Langkah terakhir: letakkan karbon di bawah kertas pola, lalu jiplak garis merah pola belakang. Buka lipatan kertas, kemudian hubungkan titik-titik b dan d dengan garis melengkung. Sesuaikan ujung-ujungnya agar membentuk siku (kotak-kotak warna hijau), karena bagian-bagian ini nanti akan disambungkan.

drafting leggings final part

Well, that’s a good job! O ya, Anda harus mengukur karet elastisnya sekarang. Berapa lebarnya? Kalikan dua, kemudian tambahkan 7mm. Tambahkan ukuran ini pada titik d dan b, lalu hubungkan dengan garis lengkung (lagi). Ukur juga lebar keliman untuk bagian bawah leggings Anda. Biasanya 3 – 4cm, tapi terserah Anda. Tambahkan pada ujung-ujung garis k lalu hubungkan dengan garis lurus. 

Menggambar pola selesai, sekarang silahkan mengguntingnya. Lipat kembali kertas pola Anda, gunting sepanjang garis k hingga ke ujung garis p. Dengan begini potongannya bisa sama persis ya. Kemudian buka kembali lipatannya, dan gunting pola sesuai garis yang ada. Taraaa… this is it! A very-you leggings pattern! Percayalah, setelah ini, bagian terberat sudah berlalu :-) Begitu Anda selesai mengerjakan pola, selanjutnya hanya tinggal menjiplak -menggunting-menjahit. Anda bisa menghasilkan beberapa leggings sekaligus dalam satu hari.

 

sumber : klik di sini



Post Your Comment
Your Name
Your E-mail

Comment